Minggu

Bisnis Material Bangunan Raup Rp 123 M

Tiga anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang bergerak di sektor bahan bangunan, onderdil otomotif, dan pabrik besi memberikan kontribusi 91,46% terhadap pendapatan perseroan. Kinerja positif ini membuat laba grup naik sangat fantantis yaitu 2400% menjadi Rp 123 miliar pada semester I-2014. Presiden Direktur BNBR Bobby Gafur Umar, menegaskan bahwa kontribusi yg terus meningkat terhadap kinerja perseroan dalam beberapa tahun terakhir ini, adalah dari sektor manufaktur yang mereka geluti. Harga Bahan Bangunan

"Industri bahan bangunan yang dijalankan oleh PT Bakrie Building Industries (BBI), industri komponen otomotif yang dijalankan oleh PT Bakrie Autoparts dan industri metal yang dioperasikan PT Bakrie Metal Industries (BMI) kini memang menjadi primadona. Kinerja tiga unit usaha ini semakin baik, dan berkontribusi signifikan terhadap pendapatan perseroan," kata Bobby dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/8)

Tercatat ketiga anak usaha tersebut pada semester pertama 2014, memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 2,90 triliun terhadap revenue BNBR. Angka itu mengalami kenaikan 73,2% jika dibandingkan pada semester pertama 2013. Jika semester pertama 2013 kontribusi pendapatan sebesar Rp 1,75 triliun maka pada semester pertama tahun 2014 naik menjadi Rp 3,18 triliun.

Capaian laba Rp 123,12 miliar, meningkat 2.435% dibanding perolehan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada semester I-2013 lalu yang hanya sebesar Rp 4,86 miliar

Bobby menambahkan pihaknya memutuskan untuk mendorong ketiga anak usahanya menjadi perusahaan manufaktur berskala internasional. Caranya melakukan perluasan kapasitas produksi, pengembangan produk baru, menyiapkan rencana kerja sama dengan mitra strategis, serta bersiap melakukan akuisisi perusahaan lain. Bahan Bangunan

"Kami sudah siapkan semua, dimulai tahun ini juga. Ini rencana lima tahun dan jangka panjang ke depan," ujar Bobby. Ia menjelaskan PT Bakrie Autoparts memperluas pangsa pasar melalui penambahan varian produknya - tak hanya untuk kendaraan niaga tetapi juga kendaraan penumpang, menambah kapasitas produksi sejumlah varian produk komponen, dan menjalin kerjasama dengan perusahaan produsen komponen otomotif lain.

Hal yang sama juga terjadi pada PT Bakrie Building Industries, yang akan menambah kapasitas produksi pada tahun 2015, mengembangkan jaringan distribusi dan pergudangan, mengakuisisi perusahaan industri bahan bangunan lain, dan mengembangkan produk-produk baru.

"BBI juga akan merelokasi pabriknya di Jakarta Barat ke Cikupa dan Subang, bahkan ke Gresik di Jawa Timur," katanya. Hal sama pun akan dilakukan oleh PT Bakrie Metal Industries. Ia mencontohkan prospek usaha PT Bakrie Autoparts sangat menantang dengan dukungan pertumbuhan besar industri otomotif dan menyambut kawasan bebas bea Asean tahun 2015.

"Peluang pertumbuhan industri ini di Indonesia, sangat menjanjikan. Tingkat penetrasi industri otomotif di Indonesia saat ini adalah sekitar 80 kendaraan per 1.000 orang. Itu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan di Malaysia misalnya, yang mencapai 330 kendaraan per 1.000 orang," imbuhnya.

Selain tiga bidang tadi, untuk sektor infrastruktur BNBR mendorong PT Bakrie Oil and Gas Infrastructure, diantaranya dimulainya pembangunan jaringan pipa tahap pertama, di jalur sumur gas Kepodang ke Tambak Lorok di Jawa Tengah. Khusus untuk PT Bakrie Tol Indonesia telah melakukan percepatan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol ruas Cimanggis-Cibitung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.